Kamis, 20 Desember 2018

Liburan Hemat Ala Keluarga Kami


Bagi keluarga kami, liburan itu suatu kebutuhan yang harus dialokasikan dananya. Liburan tidak harus mewah dan menguras dana besar. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghemat biaya tapi tetap asyik seperti dalam pemilihan hotel, transportasi dan lain-lain.
Berikut hal-hal yang saya lakukan ketika mengatur dana saat liburan:

1.       Pemilihan Hotel

Biasanya hotel yang saya pilih adalah hotel yang masih baru jadi walau bintang 3 ke bawah pasti kamar tidur, kamar mandi masih terawat dan bersih. Dan yang paling penting adalah baca review orang-orang yang sudah pernah menginap di sana. Supaya efektif dalam menentukan hotel ini,  saya fokus baca  rating 8 ke atas. Untuk liburan dalam negeri, ada 2  situs yang sering saya buka untuk mencari hotel yaitu  traveloka dan pegi-pegi (kalau dulu Agoda). Tidur bisa nyaman dengan harga yang nyaman pula di kantongJ
Tapi kadang kalau ada hotel yang hits di kota yang dituju biasanya kami menginap 1 malam  supaya tidak penasaran aja hehhehe. Misalnya Hotel Marina Bay Sand di Singapur, karena penasaran dengan kolam renang nya dan bangunannya yang sering jadi spot orang-orang berfoto dan kebetulan juga karena bawa orangtua supaya mereka juga bisa menikmatinya. Begitu juga waktu di Hongkong menginap 1 malam di Hotel Disney , di Macau hotel Venetian
Nah biasanya 1 hari itu benar-benar di hotel aja menikmati fasilitas-fasilitasnya ceritanya tidak mau rugi hehhehe.
Selebihnya kami menginap di hotel yang murah tapi bersih dan nyaman karena hanya untuk menginap saja dimana seharian jalan-jalan menikmati tempat-tempat wisata.

2.       Pemilihan Transportasi

Untuk menghemat biaya, biasanya saya cek kota apa yang dekat dengan kota tujuan yang layak juga dikunjungi. Misalnya waktu mau ke Bangkok dan Vietnam. Saya sudah lama ingin sekali travelling ke 2 negara ini. Setelah saya browsing, 2 negara ini berdekatan dan kalau beli tiket Jakarta-Vietnam dan atau Jakarta-Bangkok jatuhnya lebih mahal. Akhirnya kami putuskan  liburan di 2 negara ini sekaligus. Setelah cek harga tiket yang lebih murah akhirnya kami putuskan ke Bangkok dulu 4 hari setelah itu  dari Bangkok ke Ho Chi Minh 4 hari. Setelah itu pulangnya dari Ho Chi Minh langsung ke Jakarta. Sempat berencana Ke Kamboja juga karena ada bus dari Ho Chi Minh ke Kamboja tapi karena tiket pulang sudah dibeli dan waktunya terlalu mepet diputskan tidak ke Kamboja. Ada rencana sih mau ke Vietnam lagi karena belum sempat ke Ha Long Bay sekaligus mau ke Kamboja.

Pengalaman lainnya waktu mau pulang kampung liburan natal dan tahun baru. Tentu saja harga tiket pesawat mahal banget dikali 4 orang pula tapi ingin libur natal dan tahun baru di kampung bersama orangtua, akhirnya mikir keras untuk menyiasati tiket yang mahal ini. Mulailah simulasi tiket mana yang paling murah hehhehe. Ketemulah formula yang bagus hehehhe.. Setelah membandingkan tiket dari Jakarta langsung ke kampung dengan tiket dari Jakarta ke kota lain dulu, ternyata biayanya sama. Berhubung tidak ada yang harus diburu-buru akhirnya kami putuskan mampir ke kota lain dulu menginap 2 malam sekalian menjelajahi kota tersebut yang kebetulan salah satu kota yang masuk dalam daftar yang ingin dikunjungi. Setelah itu dari sana baru ke kampung.  Begitu juga pulangnya ambil tiket ke kota lain lagi 1 malam baru dari sana langsung ke Jakarta. Yess biayanya sama aja tapi keuntungannya kami sudah menjelajahi 2 kota lain. Pilihan ini cocok kalau waktu liburan tidak mepet dan tidak buru-buru.

Pengalaman lainnya adalah waktu liburan lebaran mau ke Jatim Park di Batu Malang. Rencana awal mau naik pesawat tapi setelah dicek harga tiket mahal banget 2x lipat dari harga hari biasa, Tiket kereta api juga mahal banget dan semua habis. Akhirnya kepikiran untuk melakukan road trip keliling (sebagian) Jawa yang tujuan utamanya mau ke Jatim Park di Batu Malang. Ini pertama kali road trip lumayan jauh. Dari Batu Malang (setelah puas ke Jatim Park 1,2,3 dan BNS) lanjut ke Malang wisata kuliner lamjut ke Surabaya 2 malam dan Madura lalu pulangnya mampir ke  Semarang 1 malam, besok nya ke Jakarta.

Road trip itu asyik dan seru selain bisa menikmati budaya dan kuliner di berbagai kota, jadi lebih paham juga soal geografi.  Rencana berikutnya road trip ke Sumatera😊

Intinya liburan itu harus disesuaikan dengan budget kita supaya habis liburan tidak menderita karena kantong ludes hehhehe…

Selasa, 18 Desember 2018

Pentingnya DANA PENDIDIKAN ANAK Disiapkan.


Image result for dana pendidikan


Ceritanya 2 tahun belakangan ini kondisi bisnis lagi lesu, yesss benar-benar lesu. Otomatis menggangu keuangan keluarga. Bersyukur ada dana darurat (soal dana darurat akan dibahas terpisah ya…).
Awal tahun memang bisnis sudah mulai membaik, kerjaan mulai banyak tapi cashflow belum membaik pastinya. Kebetulan tahun ini anak mau masuk SMP dan harus bayar uang pangkal yang lumayan lah.
Bersyukur banget sejak anak-anak bayi, saya sudah beli reksadana khusus untuk dana Pendidikan mereka sampai kuliah. Satu anak, satu reksadana dan beli secara berkala tiap bulan yang langsung di debet dari rekening tiap awal bulan.
Sempat galau juga antara dicairkan atau tidak secara IHSG lagi drop banget harganya bebrapa bulan belakangan. Tapi mau tidak mau harus dijual karena uang masuk SMP sudah harus dibayar
Dijual Sebagian saja sesuai dana yang dibutuhkan untuk masuk SMP.
Saat situasi terpaksa harus jual begini lumayan juga tertolong karena RD ini terdidri dari beberapa perusahaan yang tentu saja tidak sama naik turunnya harganya. 
Bisa saja ada saham yang naik dan yang lainnya turun. Jadi rata-rata kerugian lumayan mengecil dibanding kalau saham yang dijual.

Bersyukur banget saat anak-anak bayi sudah mempersiapkan dana pendidikan mereka. Beli RD juga tidak perlu dana besar yang penting disiplin aja tiap bulan. 
Saya tidak pernah membayangkan saat anak SMP situasi bisnis seperti 2 tahun belakangan ini. Tidak hanya yang berbisnis bisa mengalami seperti ini, karyawan pun
bisa mengalaminya misalnya tiba-tiba PHK seperti yang terjadi saat ekonomi lesu seperti ini. Jadi sikap berjaga-jaga itu penting bagi kita semua apapun profesinya.
Jangan sampai pendidikan anak terlantar hanya karena kita tidak mempersiapkannya sejak dini.
Oh ya karena sifatnya perencanaan jangka panjang (di atas 5 tahun), saya pilih reksadana saham untuk memaksimalkan return

Beberapa keuntungan beli reksadana:
1. Dana yang dibutuhkan tidak harus besar. Dengan Rp 100 ribu kita sudah bisa membeli reksadana
2. Bisa menyicil tiap bulan dengan autodebet. Salah satu agen penjualan reksadana adalah Bank Mandiri. Syaratnya harus punya tabungan di Bank Mandiri.
    Tinggal datang saja ke bank lalu isi formulir. 
3. Praktis karena ada manajer investasi yang mengelolanya
4. Likuid karena bisa dijual kapan saja dan maksimal 5 hari dana sudah masuk ke rekening kita
5. Laporan tiap bulan


Untuk memilih reksadana yang bagus, informasinya banyak tersebar di internet silahkan googling. Saya biasanya buka web Infovesta. 
Tapi saat kita mau beli reksdana, CS nya Bank Mandiri biasanya akan memberikan list reksadana yang mereka jual.
Kalau tidak punya waktu ke bank, bisa juga beli online. Saya biasanya beli online di PT Danareksa Investment Management tapi mereka hanya jual produk-produk reksadana mereka sendiri. 
Sedangkan Bank Mandiri karena sebagai agen, kita dapat membeli berbagai produk reksadana dari bebrapa perusahaan. 
Masih ada beberapa perusahaan penjual reksadana secara online, antara lain Commonwealth.
Sampai saat ini cukup puas beli di Danareksa Investmwnt Management ini. Sangat praktis semuanya serba online, daftar, beli, jual dan dana masuk ke rekening kita dalam 4-5 hari. Gampang bukan?

Sebenarnya untuk dana pendidikan ini tidak hanya bisa diwujudkan melalui reksadana sih tapi bisa juga dengan instrument lain. Yang penting diperhatikan instrument yang dipilih harus likuid, mudah dicairkan/dijual saat sudah tiba waktunya anak masuk sekolah.








Selasa, 04 Desember 2018

FINANCIAL FREEDOM.....


Financial Freedom menurut Wikipedia adalah keadaan seseorang yang memiliki kekayaan pribadi yang cukup untuk hidup tanpa harus bekerja keras atau bekerja aktif.  Salah satu caranya dengan menciptakan pendapatan pasif (passive income) misalnya memiliki property (rumah atau ruko) untuk disewakan. menyewakan kendaraan, dan lain-lain. Istilah lain adalah uang bekerja untuk anda. Jadi dengan tidak bekerjapun, kita tetap memiliki penghasilan dari passive income tersebut.

Buat saya financial freedom itu ya bebas dari kekuatiran akan materi/uang.  Selalu mensyukuri akan apa yang dimiliki. Kita tidak diperbudak oleh nafsu untuk memiliki banyak harta tetapi selalu bersyukur ketika mendapat berkat dari Tuhan seberapapun itu.  Ketika kita fokus akan mencari materi sebanyak-banyaknya untuk menumpuk kekayaan pribadi maka kita tidak akan pernah puas dan tidak akan pernah ada rasa puas selalu kurang seperti yang dikatakan Pengkotbah  ‘Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia (Pengkotbah 5:10).
Ini bukan berarti kita akan pasrah dengan keadaan kita atau bermalas-malasan. Kita tetap bekerja keras untuk menghidupi diri sendiri atau keluarga tapi bukan lagi UANG yang mendorong kita bekerja tetapi sesuai perintah Tuhan yaitu kita harus bekerja.  Bekerja sendiri atau bekerja pada orang lain.
Arti lain dari financial freedom yang saya yakini adalah kekayaan yang kita miliki murni hasil dari kerja atau karya kita bukan hasil korupsi atau merampok. Jadi menurut saya, koruptor itu belum merasakan financial freedom sekalipun hartanya banyak.
Salah satu syarat financial freedom adalah bebas dari hutang, sehingga kita bisa tidur nyenyak dan tidak dikejar-kejar debt collectorJ

Anda sendiri memaknai financial freedom atau kebebasan keuangan itu seperti apa?

Jumat, 09 November 2018

Pengalaman Investasi Logam Mulia


Sejak mengambil sertifikasi pengelolaan keuangan (Financial planning) tahun 2011 lalu, semangat untuk mempraktekkan ilmu lagi menggebu-gebu dengan tujuan supaya tidak sia-sia belajar:)
Salah satu instrument investasi yang saya coba adalah membeli logam mulia. Sebenarnya untuk investasi yang satu ini Ibu saya sudah lama mempraktekkannya dan sangat membantu biaya pendidikan anak-anaknya 8 orang.
Dan sayapun sejak mulai kerja sudah disarankan untuk mulai beli emas karena menurut beliau harga emas naik terus tiap tahun sesuai pengalamannya sendiri. Dan memang saya cek sendiri dari kwitansi pembelian awal memang naiknya lumayan setelah berapa tahun kemudian.
Setelah sekian puluh tahun akhirnya saya mencoba beli emas berupa logam mulia seperti ilmu yang saya dapatkan dari belajar tentang Financial Planning. Karena kalau beli berupa perhiasan, saat dijual kembali harga akan lebih rendah dari harga logam mulia karena dipotong oleh ongkos pembuatan perhiasan.
Tahun 2012 saat pertama beli logam mulia selanjutnya beli tahun 2013 dan belinya langsung ke kantor Antam yang di P Gadung. Oh ya sebagai informasi, sekarang sudah ada cabangnya di Sarinah Thamrin Jakarta.
Saat beli di Antam P Gadung, antri panjang dan prosedur lumayan panjang karena ada beberapa tahap termasuk harus bayar di bank yang sudah disiapkan di depan halaman kantor dan antri panjang juga.
Sebenarnya bisa juga beli LM lewat teleponu lalu transfer uangnya dan fax bukti bayarnya. Kita dikasih waktu 3 hari kalau tidak salah untuk mengambil fisik logam mulia nya.
Lumayan memudahkan kita saat itu sehingga tidak perlu antri panjang.

Tidak banyak sih belinya... karena tujuannya mau mempraktekkan ilmu saja dan pengalaman ibu saya sendiri. Tapi ternyata pengalaman saya berbeda dengan yang dialami ibu saya.  Setelah 5 tahun kemudian karena lagi butuh dana, logam mulia tersebut saya jual kembali ke Antam dan ternyata harganya naik tidak sebanyak yang dialami ibu saya. Bisa aja saat saya beli harga emas udah mulai tinggi dan saat itu peminat logam mulia lagi tinggi. Saya bandingkan dengan uang jumlah yg sama dimasukan deposito, return yang kita peroleh dari deposito lebih tinggi. 
Saya belum analisa lebih mendalam sih apakah karena soal waktu jual yang harusnya lebih lama atau memang saat saya beli harga emas lagi tinggi. Yang jelas saat saat butuh dana cepat, investasi Logam mulia cukup membantu karena langsung cair dananya kalau dijual di toko emas tapi kalau dijual kembali ke Antam, uang masuk ke rekening kita setelah 2-3 hari kemudian. Memang benarlah nasehat investasi jangan menyimpan telur di satu keranjang. jadi kudu diversifikasi portofolio investasi untuk meminimalkan kerugian.

Berikut grafik harga emas/logam mulia selama 10 tahun (2009-2018) dalam Rupiah per Gram:


10 tahun harga emas sejarah dalam Rupiah per Gram

10 tahun harga emas sejarah dalam Rupiah per Gram

 Sumber:  Gold Price


Dari grafik terlihat harga emas tahun 2012 dan 2013 hampir sama dengan harga tahun 2017. Artinya pengalaman saya investasi emas tidak seberuntung Ibu saya. Saya cenderung rugi karena selama 5 tahun uang saya tidak berkembang. Malah lebih untung kalau saya simpan di deposito.
Tapi itulah bagian dari resiko berinvestasi.

Bagimana pengalaman anda sendiri? Silahkan berbagi untuk menambah ilmu:)