Ceritanya 2 tahun belakangan ini kondisi bisnis lagi lesu, yesss benar-benar lesu. Otomatis menggangu keuangan keluarga. Bersyukur ada dana darurat (soal dana darurat akan dibahas terpisah ya…).
Awal tahun memang bisnis sudah mulai
membaik, kerjaan mulai banyak tapi cashflow belum membaik pastinya. Kebetulan
tahun ini anak mau masuk SMP dan harus bayar uang pangkal yang lumayan lah.
Bersyukur banget sejak anak-anak bayi,
saya sudah beli reksadana khusus untuk dana Pendidikan mereka sampai kuliah.
Satu anak, satu reksadana dan beli secara berkala tiap bulan yang langsung di
debet dari rekening tiap awal bulan.
Sempat galau juga antara dicairkan atau
tidak secara IHSG lagi drop banget harganya bebrapa
bulan belakangan. Tapi mau tidak mau harus dijual karena uang masuk SMP sudah
harus dibayar
Dijual Sebagian saja sesuai dana yang
dibutuhkan untuk masuk SMP.
Saat situasi terpaksa harus jual
begini lumayan juga tertolong karena RD ini terdidri dari beberapa perusahaan
yang tentu saja tidak sama naik turunnya harganya.
Bisa saja ada saham yang naik dan
yang lainnya turun. Jadi rata-rata kerugian lumayan mengecil dibanding kalau
saham yang dijual.
Bersyukur banget saat anak-anak bayi
sudah mempersiapkan dana pendidikan mereka. Beli RD juga tidak perlu dana
besar yang penting disiplin aja tiap bulan.
Saya tidak pernah membayangkan saat
anak SMP situasi bisnis seperti 2 tahun belakangan ini. Tidak hanya yang
berbisnis bisa mengalami seperti ini, karyawan pun
bisa mengalaminya misalnya tiba-tiba
PHK seperti yang terjadi saat ekonomi lesu seperti ini. Jadi sikap
berjaga-jaga itu penting bagi kita semua apapun profesinya.
Jangan sampai pendidikan anak
terlantar hanya karena kita tidak mempersiapkannya sejak dini.
Oh ya karena sifatnya perencanaan
jangka panjang (di atas 5 tahun), saya pilih reksadana saham untuk
memaksimalkan return
Beberapa keuntungan beli reksadana:
1. Dana yang dibutuhkan tidak harus
besar. Dengan Rp 100 ribu kita sudah bisa membeli reksadana
2. Bisa menyicil tiap bulan dengan
autodebet. Salah satu agen penjualan reksadana adalah Bank Mandiri. Syaratnya
harus punya tabungan di Bank Mandiri.
Tinggal datang saja ke
bank lalu isi formulir.
3. Praktis karena ada manajer
investasi yang mengelolanya
4. Likuid karena bisa dijual kapan
saja dan maksimal 5 hari dana sudah masuk ke rekening kita
5. Laporan tiap bulan
Untuk memilih reksadana yang bagus,
informasinya banyak tersebar di internet silahkan googling. Saya biasanya
buka web Infovesta.
Tapi saat kita mau beli reksdana, CS
nya Bank Mandiri biasanya akan memberikan list reksadana yang mereka jual.
Kalau tidak punya waktu ke bank, bisa
juga beli online. Saya biasanya beli online di PT Danareksa Investment
Management tapi mereka hanya jual produk-produk reksadana mereka
sendiri.
Sedangkan Bank Mandiri karena sebagai
agen, kita dapat membeli berbagai produk reksadana dari bebrapa perusahaan.
Masih ada beberapa perusahaan penjual
reksadana secara online, antara lain Commonwealth.
Sampai saat ini cukup puas beli di
Danareksa Investmwnt Management ini. Sangat praktis semuanya serba online,
daftar, beli, jual dan dana masuk ke rekening kita dalam 4-5 hari. Gampang
bukan?
Sebenarnya untuk dana pendidikan ini
tidak hanya bisa diwujudkan melalui reksadana sih tapi bisa juga dengan
instrument lain. Yang penting diperhatikan instrument yang dipilih harus likuid,
mudah dicairkan/dijual saat sudah tiba waktunya anak masuk sekolah.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar