Sejak mengambil sertifikasi pengelolaan keuangan (Financial
planning) tahun 2011 lalu, semangat untuk mempraktekkan ilmu lagi menggebu-gebu
dengan tujuan supaya tidak sia-sia belajar:)
Salah satu instrument investasi yang saya coba adalah membeli
logam mulia. Sebenarnya untuk investasi yang satu ini Ibu saya sudah lama
mempraktekkannya dan sangat membantu biaya pendidikan anak-anaknya 8 orang.
Dan sayapun sejak mulai kerja sudah disarankan untuk mulai beli
emas karena menurut beliau harga emas naik terus tiap tahun sesuai
pengalamannya sendiri. Dan memang saya cek sendiri dari kwitansi pembelian awal
memang naiknya lumayan setelah berapa tahun kemudian.
Setelah sekian puluh tahun akhirnya saya mencoba beli emas berupa
logam mulia seperti ilmu yang saya dapatkan dari belajar tentang Financial
Planning. Karena kalau beli berupa perhiasan, saat dijual kembali harga akan
lebih rendah dari harga logam mulia karena dipotong oleh ongkos pembuatan
perhiasan.
Tahun 2012 saat pertama beli logam mulia selanjutnya beli tahun
2013 dan belinya langsung ke kantor Antam yang di P Gadung. Oh ya sebagai
informasi, sekarang sudah ada cabangnya di Sarinah Thamrin Jakarta.
Saat beli di Antam P Gadung, antri panjang dan prosedur lumayan
panjang karena ada beberapa tahap termasuk harus bayar di bank yang sudah
disiapkan di depan halaman kantor dan antri panjang juga.
Sebenarnya bisa juga beli LM lewat teleponu lalu transfer uangnya
dan fax bukti bayarnya. Kita dikasih waktu 3 hari kalau tidak salah untuk
mengambil fisik logam mulia nya.
Lumayan memudahkan kita saat itu sehingga tidak perlu antri
panjang.
Tidak banyak sih belinya... karena tujuannya mau mempraktekkan
ilmu saja dan pengalaman ibu saya sendiri. Tapi ternyata pengalaman saya
berbeda dengan yang dialami ibu saya. Setelah
5 tahun kemudian karena lagi butuh dana, logam mulia tersebut saya jual kembali
ke Antam dan ternyata harganya naik tidak sebanyak yang dialami ibu saya. Bisa
aja saat saya beli harga emas udah mulai tinggi dan saat itu peminat logam
mulia lagi tinggi. Saya bandingkan dengan uang jumlah yg sama dimasukan deposito,
return yang kita peroleh dari deposito lebih tinggi.
Saya belum analisa lebih mendalam sih apakah karena soal waktu
jual yang harusnya lebih lama atau memang saat saya beli harga emas lagi
tinggi. Yang jelas saat saat butuh dana cepat, investasi Logam mulia cukup
membantu karena langsung cair dananya kalau dijual di toko emas tapi kalau
dijual kembali ke Antam, uang masuk ke rekening kita setelah 2-3 hari kemudian.
Memang benarlah nasehat investasi jangan menyimpan telur di satu keranjang.
jadi kudu diversifikasi portofolio investasi untuk meminimalkan kerugian.
Berikut grafik harga emas/logam mulia selama 10 tahun (2009-2018)
dalam Rupiah per Gram:
10 tahun harga emas sejarah dalam Rupiah per Gram
Dari grafik terlihat harga emas tahun 2012 dan 2013 hampir sama
dengan harga tahun 2017. Artinya pengalaman saya investasi emas tidak
seberuntung Ibu saya. Saya cenderung rugi karena selama 5 tahun uang saya tidak
berkembang. Malah lebih untung kalau saya simpan di deposito.
Tapi itulah bagian dari resiko berinvestasi.
Bagimana pengalaman anda sendiri? Silahkan berbagi untuk menambah
ilmu:)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar