Mumpung masih di awal tahun, sangat relevan
membicarakan resolusi di tahun yang baru ini. Resolusi adalah kata yang tidak
asing terdengar setiap memasuki tahun yang baru.
Berbagai resolusi telah dibuat orang-orang dengan harapan
hidup akan lebih baik di tahun yang baru ini.
Sebagai ibu rumah tangga, kita juga tidak ketinggalan
untuk membuat resolusi dan kali ini resolusi yang mau dilakukakan adalah soal
keuangan keluarga.
Tidak dipungkiri semakin hari himpitan ekonomi makin
terasa. Harga-harga kebutuhan pokok semakin tinggi. Kalau dulu uang Rp 100 ribu
bisa membeli lauk, sayur dan bumbu. Tetapi belakangan ini uang Rp 100 ribu terkadang hanya
cukup untuk membeli bumbu.
Nah sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang diberi otak untuk
berpikir tentu jangan cepat menyerah dengan situasi seperti ini. Bagi yang
banyak uang tentu ini tidak menjadi masalah karena kenaikan harga-harga tidak
seberapa dibanding dengan pendapatan mereka tiap bulan. Tapi bagi keluarga yang
berpenghasilan pas-pasan, kenaikan harga-harga bahan pokok ini sangat membebani
keuangan mereka. Belum lagi harus memikirkan biaya pendidikan anak-anaknya.
Sekali lagi jangan menyerah dengan situasi ini. Kita
harus memakai akal budi kita unutk mengatasi situasi seperti ini.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghemat
antara lain:
1. Mulailah
bertanam sendiri sayur-sayuran di rumah. Kalau lahan terbatas, kita bisa
menanam sayur di pot. Bibit nya bisa dibeli di toko tanaman. Atau bisa juga
yang ditanam sisa sayuran yang dibeli di pasar.
2. Beberapa
bumbu juga bisa ditanam sendiri seperti: kunyit, daun kemangi, cabe, jeruk, daun serai, dll
3. Setiap
belanja baik di pasar atau di super market, sebelum membayar pastikan apakah
barang-barang tersebut benar-benar kita butuhkan? Misalnya makanan ringan atau
minuman ringan sebelum dibayar pastikan apakah makanan dan minuman tsb
benar-benar kita perlukan? Apakah makanan-makanan tersebut membuat kita lebih
sehat? Kalau jawabannya tidak langsung singkirkan.
4. Begitu
juga kalau tergoda barang-barang sale. Kita sering tergoda untuk beli karena
diskon yang besar padahal sebenarnya barang tersebut tidak benar-benar kita
butuhkan. Hanya karena lapar mata saja kita tergoda untuk beli walaupun
harganya murah tetap kita harus pikirkan kembali apakah barang-barang tersebut
benar-benar kita butuhkan. Kalau barang lama masih ada misalnya kaos dalam,
pakaian dalam masih ada sebaiknya singkirkan barang tersebut dari keranjang
belanja kita.
5. Begitu
juga di akhir pekan, sebaiknya hindari jalan-jalan ke mal karena kita bisa
tergoda untuk makan di mal padahal kita bisa makan di rumah. Pilihlah rekreasi
murah meriah misalnya membawa anak-anak ke taman kota atau olahraga bersama di
kompleks rumah
6. Setelah
aktivitas di luar rumah, ajak anak-anak untuk masak bersama. Sehingga acara
wiken keluarga tidak kalah seru nya kalau harus bepergian ke mal atau
tempat-tempat rekreasi lainnya.
7. Usahakan
mencatat pengeluaran tiap hari paling tidak selama 2-3 bulan supaya ada
gambaran kira-kira pengeluaran bulanan kita berapa. Anda pasti kaget ketika
sudah mulai mencatat akan menemukan angka yang luar biasa yang selama ini kita
tidak menduga pengeluaran bulanan kita berapa
8. Supaya
berasa hasil penghematan kita, maka setiap barang atau makanan yang tidak jadi
dibeli seperti yang dijelaskan pada poin 3 dan 4, langsung sisihkan sejumlah
uang yang harus nya kita keluarkan untuk beli barang atau makanan tersebut.
Masukkan dalam satu amplop dan kumpulkan tiap bulan. Dana ini bisa langsung
ditabung di bank atau disimpan dalam amplop sehingga bisa digunakan untuk
pengeluaran lain yang lebih penting misalnya uang sekolah anak-anak.
9. Terakhir
tapi sangat penting, setiap menerima gaji tiap bulan langsung sisihkan
biaya-biaya yang harus dikeluarkan di masing-masing amplop. Yang paling utama
disisihkan adalah tabungan minimal 10% dari penghasilan harus langsung
disisihkan dan ditabung di satu rekening tersendiri. Uang sekolah anak atau
uang kursus kalau ada masukkan dalam satu amplop dan di awal bulan langsung
lakukan pembayaran uang sekolah atau kursus kalau ada. Uang belanja dalam 1
bulan langsung masukkan dalam 1 amplop sehingga tiap belanja tinggal ambil
dalam amplop tersebut. Uang listrik, air, dll masukkan dalam 1 amplop. Begitu
juga pengeluaran lainnya seperti uang arisan, uang rekreasi kalau ada masukkan
dalam 1 amplop. Biasakan langsung melakukan pembayaran semua
kewajiban-kewajiban di awal bulan. Kalau kewajiban sudah dibayar kita bisa
tenang sepanjang bulanJ
Masih perlu panik menghadapi harga-harga yang naik terus?
Tentu saja dengan menggunakan uang dengan bijak masalah keuangan bisa diatasi
dengan hati tenang. Percaya deh kalau kita bijak menggunakan uang maka ide-ide
untuk mencari penghasilan tambahan juga akan datang sendiri.
Saya teringat akan pendapat Bill Gates: Jika anda
terlahir dalam kemiskinan itu bukanlah kesalahan anda, tapi jika anda mati
dalamkemiskinan itu adalah kesalahan anda.
So? Masih pesimis
untuk bisa merubah nasib? Optimislah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar