Selasa, 30 September 2014

Perencanaan Keuangan Keluarga

Salah satu sumber pertikaian dalam rumah tangga adalah uang. Meskipun uang bukan segala-galanya,namun segalanya akan sulit dijalankan tanpa uang. Banyak contohnya, sebuah keluarga berantakan karena pengaturan keuangan yang kurang tepat. Meskipun penghasilan kita pas-pasan, jika diatur dengan baik dan bijaksana bukan tidak mungkin keluarga tersebut dapat hidup rukun, bahagia, dan sejahterah. Cukup atau tidaknya keuangan kita, tergantung pada cara mengaturnya. 

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam mengelola keuangan sehingga keuangan kita sehat khususnya bagi keluarga muda yaitu:

1.      Siapkan Dana Darurat
Dana Darurat adalah dana yang dialokasikan secara terpisah untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya sangat darurat, mis. biaya sakit serta biaya masuk rumah sakit, terjadinya PHK, dll. Dana Darurat ini sifatnya mudah diambil kapan dan dimana saja, mis. ditabung di bank sehingga gampang diambil lewat ATM.
Secara teori, kebutuhan dana darurat adalah sebagai berikut: untuk single atau tidak mempunyai tanggungan sedikitnya 3 bulan kebutuhan hidup sehari-hari. Bagi yang sudah berkeluarga dengan 2 orang anak, sedikitnya 6 bulan kebutuhan sehari-hari.

2.    Dana Pendidikan Anak
Biaya pendidikan di Indonesia hampir tiap tahun naik rata-rata 10% - 20% per tahun
Angka ini lebih dari dua kali lipat rata-rata kenaikan inflasi. Makanya, merencanakan biaya pendidikan anak sejak dini merupakan hal penting kalau tak ingin ngos-ngosan saat harus membayar.
Misalnya tahun ini uang masuk SD sebesar Rp 5 juta dengan kenaikan biaya pendidikan  10% - 20% maka kalau anak kita masuk SD 3 tahun lagi uang masuk menjadi Rp 6,7 juta – Rp 8,6 juta. Demikian juga uang masuk SMP, SMA dan kuliah. Semakin lama semakin besar dana yang dibutuhkan. Mis. uang masuk kuliah tahun ini sebesar Rp 30 juta dengan kenaikan rata-rata 10% - 20% maka 15 tahun lagi menjadi Rp 125 juta – 462 juta. Angka yang cukup besar sehingga kita perlu mempersiapkan sejak sekarang supaya tidak terlalu berat saat anak siap masuk sekolah atau kuliah. Semakin dini kita persiapkan semakin kecil dana yang harus kita sisihkan setiap bulan.

3.    Dana Pensiun
Setiap orang menginginkan saat pensiun tidak melarat paling tidak sama dengan tingkat kehidupannya saat ini. Kita juga tidak mau bergantung sama anak karena anak kelak punya persoalan dan kebutuhan lain khususnya setelah berkeluarga. Dana pensiun ini harus disiapkan dari sekarang supaya masa pensiun dapat dijalani dengan tenang dan nyaman.

4.    Asuransi
Ada 2 jenis asuransi yang paling penting kita miliki yaitu asuransi kesehatan dan jiwa. Asuransi kesehatan penting dimiliki oleh semua anggota keluarga (suami, istri, anak-anak) tetapi untuk asuran jiwa hanya pencari nafkah yang utama yang perlu memilikinya.

5.    Membeli rumah baru
6.    Rencana keuangan lainnya mis. dana renovasi rumah, dana liburan, dan lain-lain

Hal yang penting kita lakukan setelah menyusun rencana keuangan kita adalah mulai mencatat semua pengeluaran kita setiap hari selama 1 bulan. Supaya kita mengetahui uang kita kemana saja kita keluarkan. Setelah mencatat semua pengeluaran, kita bisa melihat pos-pos mana yang masih bisa dihemat supaya rencana-rencana keuangan keluarga kita bisa tercapai.
Untuk mempersiapkan dana untuk rencana-rencana keungan tersebut maka tidak cukup hanya menabung biasa yang bisa kita lakukan tetapi harus investasi supaya nilai uang kita tidak tergerus inflasi yang tiap tahun naik. Beberapa alternative investasi yang bisa kita lalukan diantaranya:
1.    Tabungan deposito
Bunga deposito lebih tinggi dibanding bunga tabungan biasa. Namun ini hanya cocok untuk rencana keuangan jangka pendek mis. 1-2 tahun. Misalnya untuk dana pendidikan anak, apabila dalam waktu 1-2 tahun lagi anak harus masuk sekolah maka dana yang sudah ada saat ini bisa disimpan di deposito.

2.    Obligasi Retail Indonesia (ORI) atau sukuk retail (sukri) à saat ini baru dikeluarkan sukri006.
ORI atau Sukri ini adalah surat hutang negara yang dikeluarkan pemerintah dan dilindungi undang-undang. Dijual ke masyarakat secara retail dengan nilai nominal yang kecil dimana rata-rata jangka waktunya (tenor) 3-5 tahun. Kupon atau bunga  lebih tinggi dibanding bunga deposito. Pembayaran kupon dan pokok dilakukan tepat waktu, ditransfer langsung ke rekening tabungan kita. Bunga ditransfer tiap bulan. Sebagai contoh sukri006 yang baru saja waktu penjualannya berakhir (28 Februari 2014), kupon atau bunga sebesar 8,75% dengan tenor 3 tahun.

3.    Logam Mulia atau Emas
Sebaiknya disimpan dalam bentuk emas batangan karena nilainya tetap sama dimanapun dan kapanpun dijual.

4.    Reksadana
Reksadana ini dikelola oleh manajer investasi. Ada beberapa pilihan reksadana yaitu: Reksadana Pasar Uang, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Campuran, Reksadana Saham.
Rekasadana ini dapat dibeli di perusahaan sekuritas atau bank agen penjual salah satunya Bank Mandiri.
Untuk memilih jenis reksadana ini harus sesuai dengan jangka waktu yang kita inginkan dari perencanaan keuangan kita. Mis. jangka waktu 2-3 tahun pilihan reksadana Pasar uang. Jangka waktu 4-5 tahun, pilihlah reksadana campuran. Di atas 5 tahun maka kita bisa memilih reksadana saham

5.    Tanah atau rumah
Harga tanah dan rumah tiap tahun naik dan nilainya tidak akan turun. Tetapi investasi ini hanya cocok dilakukan untuk jangka waktu panjang misalnya untuk dana pensiun atau biaya kuliah anak (apabila waktunya masih lama). Kelemahan investasi ini adalah apabila kita butuh dana cepat tidak bisa langsung terjual butuh waktu lama. Oleh sebab itu sebaiknya 1 tahun sebelum dana diperlukan tanah/rumah sudah mulai dijual.

6.    Beli Saham
Investasi saham ini khusus kebutuhan keuangan jangka panjang. Resiko tinggi tapi keuntungan juga bisa tinggi bisa mencapai 20 - 25 % per tahun.
Untuk investor pemula sebaiknya membeli reksadana saham dibanding saham.

Note:
1.    Perlu diingat tidak ada investasi yang tidak beresiko. Apapun yang dipilih resiko pasti ada hanya besarnya yang berbeda. Semakin  tinggi resiko semakin tinggi keuntungan yang diperoleh. Harus disesuaikan dengan karakter kita sebagai investor apakah pengambil resiko atau pemain aman.
2.    Uang adalah titipan Tuhan kepada kita, maka kita tidak boleh memakainya hanya untuk kepentingan sendiri. Sebanyak apapun rencana-rencana keuangan keluarga, kita harus menyisihkan perpuluhan setiap bulan (khusus untuk beragama Kristen).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar