Di masa pandemik Covid-19 ini banyak orang mengalami kecemasan finansial akibat kehilangan pekerjaan (di PHK atau dirumahkan) sehingga kehilangan penghasilan rutin, sementara itu pengeluaran jalan terus.
Arti kata cemas menurut KBBI adalah tidak tenteram hati (karena khawatir, takut); gelisah.
Jadi kecemasan akan uang adalah ketika kita merasa kuatir, takut, stres dan gelisah terhadap uang. Apakah itu soal tagihan biaya rumah sakit yang tidak bisa dibayar, mobil yang harus diperbaiki, dll.
Kenapa kita cemas terhadap uang? Biasanya terjadi karena:
1. Kebiasaan belanja tidak terkontrol
Biasanya kita bergumul soal uang diakibatkan kebiasaan belanja yang tidak terkontrol. Kebiasaan belanja ini bisa dikontrol dengan menentukan : apa yang harus dibeli, kapan beli dan di mana beli
2. Peristiwa-peristiwa yang tidak diharapkan terjadi
Untuk pengeluaran yang tidak terduga tidak bisa kita kontrol tapi bisa kita antisipasi dengan menyiapkan dana darurat.
3. Penghasilan Kurang
Kecemasan soal uang bisa juga terjadi karena penghasilan kita kecil. Kita sudah kerja keras, sudah berhemat tapi tetap cemas soal uang. Kalau mau meningkatkan penghasilan, perlu dievaluasi apakah perlu menambah penghasilan dengan mencari pekerjaan baru atau bisnis sampingan.
4. Tidak bisa membedakan Kebutuhan vs Keinginan
Jika kita masih bingung soal kebutuhan dan keinginan maka kita perlu memilah-milah mana kebutuhan dan mana keinginan. Kita butuh makanan, pakaian, tempat tinggal,dan kebutuhan pokok lainnya. Satu sisi kita ingin pakaian mewah, liburan mahal, kopi mahal.
Untuk mengatasi hal-hal tesebut, berikut yang bisa dilakukan diantaranya:
1. Buatlah perencanaan pengeluaran (budgeting)
2. Lunasi hutang
3. Mulai menabung terutama untuk dana darurat
Ada 2 hal penting yang bisa melepaskan kita dari kecemasan terhadap uang yaitu:
1. Bersyukur.
Orang yang bersyukur adalah orang bahagia. Belum pernah melihat orang yang selalu bersyukur tapi tidak bahagia. Ketika kita bersyukur akan apa yang kita miliki, maka akan berkurang rasa kuatir dan resah terhadap apa yang tidak kita miliki.
Saat muncul rasa cemas/kuatir, tuliskan atau ucapkan hal-hal yang disyukuri. Ini memampukan kita menyadari bahwa apa yang diberikan Tuhan benar-benar suatu anugrah.
2. Murah Hati
Orang yang murah hati berarti senang memberi, orang yang memegang hartanya dengan tangan terbuka dan berharap itu bisa memberkati orang lain. Tetapi jika kita menggemgam harta kita dengan tangan tertutup, kita akan kehilangan sikap murah hati
Murah hati bukan berarti memiliki harta yang banyak. Tidak perlu menunggu sampai kaya, mendapat warisan, atau memperoleh gaji besar baru memberi. Prinsipnya apa yang kita punya banyak atau sedikit, kita berbagi.
Murah hati atau memberi ini juga bukan bicara soal uang saja tapi juga bisa memberi waktu, talenta, pujian, ilmu, skill dan lain-lain.
Sikap bersyukur dan murah hati ini memiliki mindset " Saya bersyukur terhadap apa yang saya miliki, dan dengan apa yang saya miliki ini dapat menjadi berkat buat orang lain"
Ke 2 sikap ini kalau sudah dipraktekkan dapat mengurangi bahkan menghilangkan rasa cemas atau kuatir terhadap uang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar