Rabu, 28 Juli 2021

KEKUATIRAN/KECEMASAN AKAN UANG







Di masa pandemik Covid-19 ini banyak orang mengalami kecemasan finansial akibat kehilangan pekerjaan (di PHK atau dirumahkan) sehingga kehilangan penghasilan rutin, sementara itu pengeluaran jalan terus.

Arti kata cemas menurut KBBI adalah tidak tenteram hati (karena khawatir, takut); gelisah.

Jadi kecemasan akan uang adalah ketika kita merasa kuatir, takut, stres dan gelisah terhadap uang. Apakah itu soal tagihan biaya rumah sakit yang tidak bisa dibayar, mobil yang harus diperbaiki, dll.

Kenapa kita cemas terhadap uang? Biasanya terjadi karena:

1. Kebiasaan belanja tidak terkontrol
Biasanya kita bergumul soal uang diakibatkan kebiasaan belanja yang tidak terkontrol. Kebiasaan belanja ini bisa dikontrol dengan menentukan : apa yang harus dibeli, kapan beli dan di mana beli

2. Peristiwa-peristiwa yang tidak diharapkan terjadi
Untuk pengeluaran yang tidak terduga tidak bisa kita kontrol tapi bisa kita antisipasi dengan menyiapkan dana darurat. 

3. Penghasilan Kurang
Kecemasan soal uang bisa juga terjadi karena penghasilan kita kecil. Kita sudah kerja keras, sudah berhemat tapi tetap cemas soal uang. Kalau mau meningkatkan penghasilan, perlu dievaluasi apakah    perlu menambah penghasilan dengan mencari pekerjaan baru atau bisnis sampingan.

4. Tidak bisa membedakan Kebutuhan vs Keinginan
Jika kita masih bingung soal kebutuhan dan keinginan maka kita perlu memilah-milah mana kebutuhan dan mana keinginan. Kita butuh makanan, pakaian, tempat tinggal,dan kebutuhan pokok lainnya. Satu sisi kita ingin pakaian mewah, liburan mahal, kopi mahal.

Untuk mengatasi hal-hal tesebut, berikut yang bisa dilakukan diantaranya:
1. Buatlah perencanaan pengeluaran (budgeting)
2. Lunasi hutang
3. Mulai menabung terutama untuk dana darurat 


Ada 2 hal penting yang bisa melepaskan kita dari kecemasan terhadap uang yaitu:

1. Bersyukur.

Orang yang bersyukur adalah orang bahagia. Belum pernah melihat orang yang selalu bersyukur tapi tidak bahagia. Ketika kita bersyukur akan apa yang kita miliki, maka akan berkurang rasa kuatir dan resah terhadap apa yang tidak kita miliki.
Saat muncul rasa cemas/kuatir, tuliskan atau ucapkan hal-hal yang disyukuri. Ini memampukan kita menyadari bahwa apa yang diberikan Tuhan benar-benar suatu anugrah.

2. Murah Hati

Orang yang murah hati berarti senang memberi, orang yang memegang hartanya dengan tangan terbuka dan berharap itu bisa memberkati orang lain. Tetapi jika kita menggemgam harta kita dengan tangan tertutup, kita akan kehilangan sikap murah hati
Murah hati bukan berarti memiliki harta yang banyak. Tidak perlu menunggu sampai kaya, mendapat warisan, atau memperoleh gaji besar baru memberi. Prinsipnya apa yang kita punya banyak atau sedikit, kita berbagi. 
Murah hati atau memberi ini juga bukan bicara soal uang saja tapi juga bisa memberi waktu, talenta, pujian, ilmu, skill dan lain-lain.

Sikap bersyukur dan murah hati ini memiliki mindset " Saya bersyukur terhadap apa yang saya miliki, dan dengan apa yang saya miliki ini dapat menjadi berkat buat orang lain"

Ke 2 sikap ini kalau sudah dipraktekkan dapat mengurangi bahkan menghilangkan rasa cemas atau kuatir terhadap uang





Jumat, 23 Juli 2021

PRINSIP-PRINSIP DASAR DARI KEBEBASAN FINANSIAL (FINANCIAL FREEDOM)

Ada 3 prinsip dasar dari Financial Freedom menurut Alkitab yaitu:

1. Memberi (Giving)

    - Memberikan kepada Tuhan dengan cara memberikan perpuluhan atau persembahan 

    - Memberikan kepada orang miskin 

    - Memberikan kepada teman seiman

Memberi harus dimulai dengan memberikan kepada Tuhan berupa perpuluhan atau persembahan. Perpuluhan diberikan 10% dari total penghasilan kita tiap bulan. 

Memberi dapat meningkatkan rasa cinta kita kepada Tuhan karena dimana hartamu berada disitulah hatimu berada. 


2. Menerima (Receiving)

    Sumber penerimaan/penghasilan kita bisa dari hasil pekerjaan atau usaha kita sendiri. Bisa juga dari hasil jawaban doa kita akan kebutuhan hidup yang diberikan Tuhan dengan cara ajaib. 


3. Mengelola (Managing)

Dengan cara:

    - Membangun sales resistance (dapat menahan diri terhadap godaan untuk belanja)

    - Investasi (mencari harga terbaik)

    - Membayar kewajiban atau hutang tepat waktu


Kita harus selalu ingat bahwa kita ini pengelola bukan pemilik dari rejeki yang dipercayakan Tuhan kepada kita yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan setiap rupiah dan waktu yang kita habiskan.

Setiap keputusan keuangan yang dibuat harus selaras dengan prinsip Firman Tuhan. Harus berani menolak tawaran-tawan yang menjerat seperti tawaran kredit dengan bunga tinggi, rentenir, dll.

Jika kita sudah bijak mengelola uang dengan jumlah yang kecil maka akan diberikan jumlah yang lebih besar lagi untuk dikelola.