Jumat, 08 Februari 2019

KULIAH GRATIS LEWAT JALUR PRESTASI OLAHRAGA


Tulisan ini saya buat persis setelah selesai mempersiapkan semua dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam rangka mendaftar anak-anak saya untuk seleksi Pembinaan Olahraga Prestasi Berkelanjutan (POPB) U-15. POPB U-15 Tahun ini adalah Program Pembinaan Atlet Berbakat DKI Jakarta yang berusia di bawah 15 tahun yang bersifat desentralisasi latihan melalui pendekatan Sports Science berbasis karakter tumbuh kembang usia Atlet.

Syarat-syarat nya tidak terlalu ribet tapi sempat juga tidak tertarik karena prestasi anak-anak saya tidak terlalu hebat dibanding teman-teman di klub nya. Makanya waktu seleksi gelombang 1 saya tidak daftarkan mereka. Namun ternyata setelah proses seleksi selesai dan calon-calon atlet yang lolos sudah diumumkan, minggu depannya keluar lagi pengumuman seleksi gelombang ke 2. Mulai tertarik tapi malas untuk menyiapkan semua dokumen yang diperlukan. Alhasil setelah ngobrol dengan teman, ditambah dapat info dari orangtua yang lain bahwa anak yang jago renang belum tentu lolos kalau hasil test fisik tidak sesuai dengan yang disyaratkan. Ahh saya jadi tambah semangat untuk mencoba, lolos tidaknya tidak apa-apa yang penting sudah mencoba😊

Selama proses pengumpulan dokumen-dokumen, tiba-tiba terpikir lagi hal yang saya pikirkan saat pelaksanaan Asian Games 2018 lalu dimana Indonesia sebagai tuan rumah dan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang. 
Saat berlangsung, ada cerita menarik dan sangat inspiratif tentang 2 atlet sepak takraw putri yang mantan pemulung. Ke 2 atlit putri ini adalah kembar namannya Lena-Leni. Lewat sepak takraw mereka bisa bersekolah gratis, dapat beasiswa. Orangtua mereka tidak mampu membiayai mereka sekolah.

Dari kisah mereka ini, terpikir bahwa ada banyak peluang untuk mendaptkan Pendidikan gratis sampai ke perguruan tinggi salah satunya lewat prestasi olahraga.
Sambil mengumpulkan berkas-berkas, dan sambal mengikuti diskusi di WAG soal cara mendapatkan beasiswa bagi anak yang berprestasi di olahraga kembali muncul hayalan andai semua orangtua di luar sana khususnya yang merasa tidak mampu secara ekonomi menyekolahkan anak-anaknya sampai ke Perguruan Tinggi mau memasukkan anak-anaknya sejak dini untuk bergabung ke salah satu klub cabor yang disenangi anak-anaknya.

Sebagai informasi tambahan, ada beberapa cabor yang diseleksi berdasarkan batas usia yaitu:

Angkat Besi (9-14), Atletik (10-15), Bola Basket (10-14), Bola Voli Indoor (10 -14), Bola Voli Pasir (10-14), Judo (10-14), Panahan (12-14), Pencak Silat (12-14), Renang Indah (8-13), Renang (8-12), Sepakbola (12-14), Sepak Takraw (12-14), Tenis Meja (8-12), Dayung (12-14), Gulat (10-14), Senam (Ritmik, Artistik & Aerobik) (6-10), Wushu (10-14), Squash (10-14), Taekwondo (12-14), Anggar (12-14), Tennis (12-14), Tinju (12-14), Panjat Tebing (12-14), Skateboarding (12-14), Loncat Indah (8-13), Balap Sepeda (12-14), Ski Air (10-14)