Mau bagi cerita siapa tau bermanfaat buat yang lain.
Pertengahan Maret lalu, kantor ada pembayaran pembelian
material. Biasanya si customer mengambil langsung uangnya. Nah sebelum dolar
diambil, saya mau copy dulu dolar nya untuk berjaga-jaga.
Karena terburu-buru ada janji makan siang dengan teman, saya
minta tolong suami untuk meng-copy dolar tersebut. Setelah 4 lembar pertama dicopy,
dolar ditaruh di atas kertas yang ada di tray. Setelah itu dolar berikutnya
dicopy, otomatis dolar yang ditaruh di atas kertas ikut naik dan alhasil dolar-dolar
itupun ikut tercetak.
Pas lihatnya sempat panik juga lumayan USD 400 (4 lembar USD
100). Langsung bawa ke money changer dekat kantor, semuanya menolak.
Malamnya saya ditelepon oleh karyawan salah satu money changer
yang saya hubungi siangnya, menawarkan kalau ada temannya mau membeli dolar
tersebut dengan nilai yang luamayan rendah. Saya bilang saya pikirkan dulu dan
besok saya hubungi.
Usaha berikutnya adalah mencari Informasi di internet dan
dapat info kalau money changer di Ambasador bisa menukar dolar yang rusak.
Sambil menunggu ada waktu ke Ambasador, sempat juga mencoba ke Bank of America
tapi ditolak karena mereka hanya menangani corporate.
Kebetulan besoknya suami ada urusan ke daerah Pintu Air
Jakarta Pusat, tiba-tiba teringat kalau di daerah sana ada money changer yang
besar namanya Haji La Tunrung Star Group. Suami mampir disana untuk menukar
dolar yang rusak tersebut. Setelah di scan dengan alat khusus untuk memeriksa
keaslian dollar tersebut akhirnya mereka hanya mau menukar USD 300 saja karena
USD 100 satunya tidak kelihatan no seri karena kena tinta printer lumayan
banyak. Puji Tuhan lumayan lah USD 300 bisa ditukar dengan nilai yang sedikit lebih
rendah tentunya.
Nah kembali putar otak untuk yang satu lembarnya. Setahu
saya kalau di Indonesia, uang rupiah yang rusak atau robek atau uang lama bisa
ditukar di Bank Indonesia. Analogi saya, dolar pun bisa ditukar di Bank Sentral
di Amerika. Syukur-syukur bisa dipakai untuk belanja di Luar Negeri.
Saya langsung ingat kakak saya yang sering melakukan
perjalanan dinas ke Luar Negeri, dan menanyakan apakah dolar yang rusak ini
bisa ditukar di Luar Negeri. Setelah saya kirim foto dolar tersebut, kakak saya
ga yakin masih bisa ditukar kalau rusaknya separah itu. Tapi dia saranin, dolar
tersebut akan dibawa teman kantornya yang kebetulan akan melakukan perjalanan dinas
ke Washington DC 2 minggu lagi. Ahhh kebetulan banget nih… saya langsung
semangat ada titik cerah hehhehe… Dolar nya langsung diantar ke kantornya. Dan
ternyata dolar tersebut masih bisa dipakai untuk belanja di Washington jadi
tidak perlu harus ke Bank Sentral untuk menukarnya.. Yeaayyyy…Senang banget
Ini penampakan dolar-dolar yang rusak tersebut.
Dan ini dolar yang lebih parah rusaknya tapi masih bisa dipakai belanja di Washington


