Jumat, 17 April 2015

Dolar Rusak? Jangan Kuatir Masih Bisa Ditukar dan Dibelanjakan



Mau bagi cerita siapa tau bermanfaat buat yang lain.
Pertengahan Maret lalu, kantor ada pembayaran pembelian material. Biasanya si customer mengambil langsung uangnya. Nah sebelum dolar diambil, saya mau copy dulu dolar nya untuk berjaga-jaga.
Karena terburu-buru ada janji makan siang dengan teman, saya minta tolong suami untuk meng-copy dolar tersebut. Setelah 4 lembar pertama dicopy, dolar ditaruh di atas kertas yang ada di tray. Setelah itu dolar berikutnya dicopy, otomatis dolar yang ditaruh di atas kertas ikut naik dan alhasil dolar-dolar itupun ikut tercetak.
Pas lihatnya sempat panik juga lumayan USD 400 (4 lembar USD 100). Langsung bawa ke money changer dekat kantor, semuanya menolak.
Malamnya saya ditelepon oleh karyawan salah satu money changer yang saya hubungi siangnya, menawarkan kalau ada temannya mau membeli dolar tersebut dengan nilai yang luamayan rendah. Saya bilang saya pikirkan dulu dan besok saya hubungi. 
Usaha berikutnya adalah mencari Informasi di internet dan dapat info kalau money changer di Ambasador bisa menukar dolar yang rusak. Sambil menunggu ada waktu ke Ambasador, sempat juga mencoba ke Bank of America tapi ditolak karena mereka hanya menangani corporate.
Kebetulan besoknya suami ada urusan ke daerah Pintu Air Jakarta Pusat, tiba-tiba teringat kalau di daerah sana ada money changer yang besar namanya Haji La Tunrung Star Group. Suami mampir disana untuk menukar dolar yang rusak tersebut. Setelah di scan dengan alat khusus untuk memeriksa keaslian dollar tersebut akhirnya mereka hanya mau menukar USD 300 saja karena USD 100 satunya tidak kelihatan no seri karena kena tinta printer lumayan banyak. Puji Tuhan lumayan lah USD 300 bisa ditukar dengan nilai yang sedikit lebih rendah tentunya.
Nah kembali putar otak untuk yang satu lembarnya. Setahu saya kalau di Indonesia, uang rupiah yang rusak atau robek atau uang lama bisa ditukar di Bank Indonesia. Analogi saya, dolar pun bisa ditukar di Bank Sentral di Amerika. Syukur-syukur bisa dipakai untuk belanja di Luar Negeri.
Saya langsung ingat kakak saya yang sering melakukan perjalanan dinas ke Luar Negeri, dan menanyakan apakah dolar yang rusak ini bisa ditukar di Luar Negeri. Setelah saya kirim foto dolar tersebut, kakak saya ga yakin masih bisa ditukar kalau rusaknya separah itu. Tapi dia saranin, dolar tersebut akan dibawa teman kantornya yang kebetulan akan melakukan perjalanan dinas ke Washington DC 2 minggu lagi. Ahhh kebetulan banget nih… saya langsung semangat ada titik cerah hehhehe… Dolar nya langsung diantar ke kantornya. Dan ternyata dolar tersebut masih bisa dipakai untuk belanja di Washington jadi tidak perlu harus ke Bank Sentral untuk menukarnya.. Yeaayyyy…Senang banget

Ini penampakan dolar-dolar yang rusak tersebut.

Dan ini dolar yang lebih parah rusaknya tapi masih bisa dipakai belanja di Washington

Minggu, 08 Februari 2015

“Time is money”



Kemarin di gereja terinspirasi dari kotbah soal penggunaan waktu dengan baik. Pada kotbah tersebut mengambil contoh sikap dari 10 gadis dalam menyambut mempelai pria (Matius 25:1-13). Perumpamaan ini merupakan gambaran dua golongan orang Kristen dalam menyikapi kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua kalinya. Digambarkan ada 10 gadis dimana 5 gadis bijaksana yang mempersiapkan dengan baik dan serius mempelai pria dengan dengan membawa pelita berisi penuh dengan minyak sedangkan 5 gadis lainnya disebut gadis bodoh karena membawa pelita tapi tidak membawa minyak. Hingga sampai tengah malam pelita dari gadis2 bodoh tersebut mati karena kehabisan minyak semenetara mempelai pria sudah datang dan ke 5 gadis bodoh harus mencari penjual minyak untuk membeli minyak. Akhirnya hanya ke 5 gadis bijaksana itulah yang masuk ke dalam ruang perjamuan kawin dengan mempelai pria nya dan pintu pun ditutup sehingga ke 5 gadis bodoh itu tidak bisa masuk lagi.
Sebenarnya perumpamaan ini menggambarkan sikap orang2 Kristen dalam menantikan kedatangan Tuhan Yesus. Gadis-gadis yang bijaksana menggambarkan orang Kristen yang bersikap antisipatif dan serius sedangkan gadis-gadis yang bodoh menggambarkan orang Kristen yang bersikap non-atisipatif dan lalai.
Sambil mendengar kotbah tersebut pikiran saya melayang kepada sikap orang dalam mengelola keuangan. Menurut saya perumpamaan tentang gadis bijaksana dan bodoh itu bisa juga menggambarkan sikap orang dalam mengelola keuangannya. Ada orang yang penuh dengan perencanaan tapi ada juga orang yang cuek tidak memikirkan masa depan. Gadis bijaksana menggambarkan orang-orang yang sangat apik dalam mengelola keuangan pribadi ataupun keluarga, mereka dengan detail membagi rencana dalam 3 masa yaitu jangka pendek, menengah dan panjang. Sekalipun anak-anaknya masih bayi sudah menyisihkan dana pendidikan sampai perguruan tinggi setiap bulan. Begitu juga rencana memiliki rumah, kendaraan sendiri, dana pensiun, Asuransi Kesehatan, dll semuanya terencana dengan baik. Sebaliknya terjadi pada sikap sperti gadis bodoh, tidak peduli akan masa depan, tidak ada perencaan keuangan di masa yang akan datang. Nampaknya mereka sangat mengimani kalimat ‘kesusahan hari ini cukuplah untuk hari ini’ hehehe.. Padahal kalimat tersebut tidak berlaku dalam perencanaan.
Si perencana sangat menghargai waktu dan bijaksana menjalani hidup. Sebaliknya si lalai selalu menganggap selalu ada kesempatan kedua bahkan ketiga. Besok toh masih ada kesempatan. Kemalasan dan penundaan adalah ciri sikap hidupnya.
Seiring dengan waktu berjalan (dan biasanya tidak terasa karena kesibukan sehari-hari), biaya hidup semakin meningkat karena kebutuhan meningkat, anak-anak bertambah besar butuh biaya sekolah lebih besar begitu juga biaya-biaya lainnya. Belum lagi akibat inflasi, harga-harga naik sehingga biaya hidup tentu saja meningkat.
Si perencana bisa tenang menghadapi situasi yang ada di masa kini karena jauh sebelumnya sudah diantisipasi dengan perencanaan yang baik sedangkan si lalai tinggal gigit jari dalam kemelaratan hidup yang terus menghimpit hidupnya. Nasib sudah menjadi bubur, andai bisa memutar waktu mungkin si lalai akan berubah sikap namun itu tidak mungkin terjadi. Waktu tidak bisa mundur, waktu berjalan terus. Masa pensiun pun tiba, si perencana bisa hidup tenang di masa pensiun/tuanya tanpa harus membebani anak-anaknya sedangkan si lalai hidup melarat dan bisa terlihat dari wajahnya yang terlihat lebih tua dari usianya dikarenakan banyak pikiran, masa tuanya sangat bergantung kepada anak-anaknya yang sayangnya hidupnya juga pas-pasan karena tidak disekolahkan dengan baik.

Gambaran ini sangat nyata di sekitar kita bagaimana kondisi tersebut benar-benar dialami oleh orang perencana dan si lalai. Saya lihat sendiri di lingkungan/keluarga dekat  saya nasib ke 2 golongan tersebut antara golongan si perencana dan si lalai. Dan dari kisah nyata merekalah saya tertarik untuk membantu ibu-ibu atau siapapun untuk menata keuangannya dengan baik. Karena bagaimanapun persiapan yang baik akan memudahkan kita menghadapi masa depan yang penuh dengan ketidak pastian. Yang pasti itu adalah bahwa kita tambah tua.
Senang melihat masa pensiun si perencana karena hidupnya tenang tidak menyusahkan orang lain (anak-anaknya) dan terlihat dari wajahnya, dilain sisi sedih melihat masa tua si lalai terlihat lebih tua dibanding usianya. Tapi sekali lagi, waktu tidak bisa diputar. Time is money!

Sabtu, 17 Januari 2015

Dana Liburan






  
       
Berapa hari lalu saya menerima gambar di atas dari seorang teman. Saya mengiyakan 100 persen kata-kata yang ada dalam gambar tersebut. Saya yakin banyak orang yang setuju dengan pernyataan tersebut. Kita selalu bisa mencari uang dengan bekerja terus menerus tetapi menciptakan kenangan (indah) tidak selalu ada waktu. Oleh karena itu kita perlu mengambil waktu untuk berlibur untuk menciptakan kenangan indah dalam sejarah perjalanan hidup kita. 
 


Gambar ini juga dapat dari teman. Benar juga ya.. kalau bekerja terus pikiran bisa mumet dan tidak bisa maksimal bekerja yang pada akhirnya bisa mempengaruhi produktivitas kita. Dengan berlibur apalagi pergi ke tempat-tempat baru bisa menghilangkan stress dan menjauhkan kita dari rutinitas yang monoton. Sehingga habis liburan, kita kembali bekerja dengan energy dan semangat yang baru. Masih banyak lagi manfaat berlibur yang kita bisa rasakan.
Saat ini berlibur bukan lagi sekedar gaya hidup, melainkan sudah merupakan kebutuhan. Beberapa tahun belakangan ini masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya berlibur. Hal ini terlihat makin banyaknya orang-orang baik keluarga ataupun masih single pergi berlibur minimal sekali setahun. Menurut saya, kondisi ini tidak lepas dari perkembangan media social seperti facebook, twitter, path, instagram. Lewat media social ini, banyak Informasi yang didapat soal liburan khususnya teman-teman atau orang-orang terkenal yang mengupload foto-foto liburannya lewat media social tersebut. Secara tidak langsung mempengaruhi orang lain untuk juga melakukan liburan. Liburan menjadi hal yang penting dilakukan bahkan menjadi suatu kebutuhan.
Tak dipungkiri manfaat liburan sangat besar bagi kehidupan kita setelah bekerja tiap hari. Liburan merupakan saat melepaskan kepenatan kita sebelum mulai kerja lagi. Liburan ibarat isi bensin bagi kendaraan bermotor setelah kehabiasan bahan bakar. Kita juga demikian, setelah rutinitas bekerja dari pagi sampai sore bahkan malam, dari Senin sampai Jumat bahkan beberapa orang sampai Sabtu membuta tenaga kita dikuras dan kecapekan, liburan merupakan hal yang penting sebagai hibernasi.
Bagi beberpa orang, dana liburan merupakan hal yang wajib dialokasikan dalam perencanaan keuangannya baik single ataupun keluarga.
Bersyukur jaman sekarang banyak sekali penerbangan-penerbangan murah (budget airlines) sehingga memungkinkan kita untuk bisa mewujudkan rencana liburan kita. Bahkan hotel-hotel murah juga makin banyak ditemui diberbagai kota-kota wisata.
Besarnya dana liburan tergantung dari tujuan kota, dekat atau jauh, dalam negeri atau luar negri. Informasi tiket promo dan hotel murah juga bisa dengan gampang kita dapatkan dengan semakin banyaknya website yang menjual tiket dan hotel murah. Kondisi ini memungkinkan buat yang memiliki dana terbatas mudah diatasi. Rajin-rajin aja cek website yang menjual tiket pesawat dan hotel. Bisa juga dengan membeli tiket jauh-jauh hari mis. 1 tahun sebelumnya. Di Jakarta sendiri, pameran travel makin banyak dilakukan sekarang ini minimal 2x setahun. Biasanya banyak ditawarkan tiket pesawat murah yang akan digunakan setahun kemudian atau berapa bulan kemudian.
Begitu juga uang makan selama berlibur, kita dapat mencari info lewat teman atau saudara yang sudah pernah berkunjung ke daerah/Negara tersebut. Atau bisa juga dengan browsing di internet, pasti banyak Informasi kita dapatkan tentang biaya hidup di kota/ negara tujuan berlibur kita.
Setelah melakukan survey atau mengumpulkan Informasi, kita bisa tahu total dana yang dibutuhkan selama liburan tersebut. Bagi yang sudah punya dana, liburan bisa dilakukan tahun itu juga tapi bagi orang yang dananya belum ada sebaiknya dana dikumpulkan dulu dengan mengalokasikan tiap bulan.

Jangan pernah berlibur dengan berhutang!